Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Cerita Perkosaan Maudy Koesnady

 Aopok.com - Maudy Koesnaedi setengah berlari keluar menuju halaman rumahnya yang luas. Cantik nian ia sore itu dengan bawahan panjang yang ketat dari bahan halus berwarna krem. Busananya, baju krem penuh bordir berkerah rendah, juga ketat. Yang lebih menarik, hanya sepasang tali tipis di pundaknya yang menahan baju itu. Tatanan rambutnya mendukung penampilan seksi itu. Rambut-rambut halus tampak menghisasi lehernya yang jenjang, putih, mulus. “Sorry ya, agak lama,” katanya kepada seorang lelaki di sisi pintu mobil van dengan logo sebuah stasiun TV swasta di pintunya. “Mas yang biasanya kemana?” lanjut gadis periang itu, begitu duduk di kursi tengah, di belakang lelaki tadi yang kini duduk di belakang kemudi. “Sakit,” sahut lelaki itu sambil menjalankan mobilnya.



Malam ini, Maudy akan mengisi siaran live ‘Gebyar Tahapan BCA’ bersama Bagito Group. Acara ini memang punya rating tinggi. Produsernya yakin, salah satu faktor tingginya rating adalah Trio Bagito dan Maudy sebagai presenter. Maudy tak bicara lagi, ia kini sibuk mengecek make upnya lewat sebuah kaca kecil dari dalam tasnya. Lipstik merah tipis membuat bibirnya yang indah itu makin menarik. Maudy masih asyik dengan dandanannya, tak sadar sopir terus meliriknya dengan pandangan yang aneh lewat kaca spion. Ia juga tak sadar, tepat di belakang tempat duduknya, seorang lelaki berjongkok, membuka jok paling belakang. Lalu dari balik jok itu, seorang lelaki lain muncul.

Dua lelaki kekar itu lalu duduk di jok belakang, memandangi Maudy yang masih asyik dengan bibirnya. “Siarannya jam berapa Mbak?” lelaki berjaket kulit di belakang menyapanya. “Jam setengah dela….ehh…kaget aku. Kok tadi nggak kelihatan ada orang,” kata Maudy sambil menengok. Heran juga ia melihat dua lelaki berpenampilan kasar itu. “Kita tadi memang ngumpet,” sahut si jaket kulit. “Kok pakai ngumpet segala,” “Ya supaya elu nggak tahu,” kata lelaki itu, sambil pindah duduk di sebelah kiri Maudy. Maudy kaget bukan main mendengar lelaki itu menyapanya dengan ‘elu’. Apalagi begitu duduk, lelaki itu langsung memegang pahanya. “Eiiii….jangan kurangajar ya!” pekiknya.

Lelaki itu tertawa. “Gitu sih belum kurangajar, gini nih….” “Eiiihhh…” Maudy memekik lagi, tangan lelaki itu menangkap dan meremas payudara kirinya. Pemeran Zaenab di sinetron Si Doel itu beringsut ke tepi jendela. “Ka..ka…kamu…mau apa….?” Maudy gemetaran sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya. “He he… gue mau…itu,” lelaki itu menunjuk bagian bawah tubuh Maudy. “Memek lu!” “Gue mau gigit pentil lu…” lelaki satunya tiba-tiba ikut nimbrung. Maudy panik, ia mencoba membuka jendela, tapi gagal. “Jangan…jangan…TOLLOOOOONG GGG….” Maudy menjerit histeris. Tapi kedua lelaki itu hanya tertawa-tawa. “Percuma lu teriak neng. Mobil ini kedap suara…” kata si jaket kulit sambil menangkap pergelangan tangan mungil gadis cantik ini.

Tiba-tiba lelaki itu menyentak tangan Maudy hingga gadis itu tertelungkup di pangkuannya. Lelaki yang duduk di belakang kemudian pindah ke sebelah kanannya. Maudy meronta dan menjerit saat tangannya ditelikung ke belakang, lalu diikat dengan tali rafia. “Wah, ini pantat yang hebat…kontol gue bisa gepeng kalau kegencet lobangnya,” kata lelaki di sebelah kanannya sambil meremas-remas gundukan daging pantat Maudy. “Kontol gue ngaceng nih, ketindihan toketnya si Zaenab,” kata lelaki satunya. “Jangannn…jangannn..kali an mau apa….mau uang…saya kasih… berapa….” Maudy terengah-engah, panik ketika merasa roknya ditarik ke atas. Tapi kedua lelaki itu tak menjawab. Lelaki yang memangkunya malah menyusupkan tangannya ke punggung Maudy, melepas pengait BH tanpa tali pundaknya. “Awwwhhh…” Maudy memekik, saat BH itu tiba-tiba dibetot hingga terlepas.




Pada saat yang sama, ia merasakan dinginnya AC menyentuh kulit pahanya. “Aunghhhh….” ia mengerang, saat pangkal pahanya diremas telapak tangan kasar di belakangnya. Maudy meronta-ronta, kedua kakinya menendang-nendang, saat remasan makin keras dan menyakiti kelaminnya. “Aaaaakkkhhhhhh….mmmmfff…m mmfff,” jeritnya tiba-tiba terbungkam ketika lelaki yang memangkunya menekan kepalanya sehingga terbenam di pangkal paha lelaki itu. Maudy bisa merasakan sesuatu yang menggembung, keras di balik ristleting celana lelaki itu. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Kisah Artis Dinda Kirana XXX

 Biodataviral.com - Dinda Kirana, seorang artis yang masih sangat muda belia. Umurnya baru 16 menuju 17 tahun. Sebelumnya, dia hanya model iklan dan figuran di beberapa film dan ftv, tapi namanya langsung melejit ketika dia bermain sebagai Baby di sinetron Kepompong. Peran Baby sebagai gadis ABG yang imut, manja, modis, namun agak lemot membuat semua orang yang menonton Kepompong begitu gemas dengannya. Wajahnya memang cantik nan imut. Sebuah wajah yang benar-benar sedap dipandang. Apalagi pipinya yang sedikit gembil. Hari ini hari sabtu, hari biasa bagi Dinda untuk atletik yang diwajibkan dari sekolahnya. Dia sampai di tempat yang biasa digunakan sekolahnya untuk tempat atletik. Dia berjalan ke gerbang.


“eh itu kan kak Baby yang maen Kepompong !”, teriak salah satu anak perempuan yang kelihatannya masih SMP.
“kak Baby kak Baby..tunggu sebentar dong”.
“iyaa ?”, dia menengok ke anak itu sambil tersenyum.
“boleh foto bareng gak ? aku ngefans banget sama kakak. boleh yah ? yah ?”.
“boleeh..”. Kalah gue, masa anak kecil, hpnya BB, pikir Dinda.
“sama minta tangannya dong, kak ?”.
“oke, kakak tanda tangan dimana nih ?”. Anak itu kebingungan mencari-cari di dalam tasnya.
“di sini aja, kak…”.
“nah udah..”.
“tambahin for Hana dong, kak”.
“naah, udah nih..”.
“waah makasih banget, kak..oh iya aku boleh minta satu lagi nggak, kak ?”.
“apa ?”.
“boleh nyubit pipi kakak nggak ? aku gemes bangeet”.
“oh yaudah boleh”.
“eemmmm gemeeess. makasih ya, kak. kakak baik banget..”.
“iyaa, sama-sama..”. Sambil tersenyum, Dinda melambaikan tangannya. Setelah itu, dia menuju lapangan sambil mengelus-elus kedua pipinya, lumayan sakit dicubit kencang tadi.
“eii Din ! di sini !”. Dinda berjalan menuju temannya itu.
“baru dateng lo, Din ?”.
“iyaa, gue kesiangan bangunnya. lo udah dari tadi ?”.
“nggak, gue juga baru dateng hehe”.
“yee, gue kira udah dari tadi lo..”. Dinda duduk di samping temannya, Karina.
“lari sekarang yuk ah, Rin..”.
“ayu deh..”. Mereka berdua dengan 3 orang lainnya pun mulai berlari mengelilingi lintasan lari.
Meski cuma lari santai, tapi kedua kemasan susu Dinda berguncang naik-turun dengan indahnya. Setiap pria langsung memandanginya yang terus berlari. Mata mereka tertuju pada dada seorang Dinda Kirana. Sungguh sepasang buntalan daging yang berguncang dengan begitu indah. Dinda bukannya tak menyadari kalau dia menjadi pusat perhatian, dia hanya pura-pura tak tahu. Wajahnya memerah setiap ada pria yang iseng menggodanya atau menyiulinya.
“dari tadi banyak yang godain lo, Din. cie cie”.
“iih, apaan sih lo, Rin..”, ujar Dinda mencubit pinggang Karina yang langsung mengaduh kesakitan. Untuk urusan berpakaian, Dinda memang tomboy, tak seperti perannya sebagai Baby yang selalu modis dan feminim. Namun sifat Baby yang manja dan polos memang ada di dirinya. Dia masih malu-malu jika digoda cowok. Padahal dia mempunyai wajah yang cantik dan imut dan dia juga berstatus artis yang sedang naik daun, harusnya dia tak perlu malu-malu. Karina pun sering meledeknya yang malu-malu terhadap cowok.
Meski banyak yang bilang wajahnya cantik dan ngegemesin, tapi Dinda tetap saja grogi berduaan dengan cowok karena merasa dirinya tidak menarik.
“huf huf, finish juga”. Mereka berdua mengatur nafas sambil meminum minuman mereka masing-masing.
“hai Din, Rin..”.
“eh Edo..baru dateng ?”.
“nggak, udah dari tadi”. Edo adalah salah satu pesaing dari beberapa pria yang mendekati Dinda. Pastilah bangga punya pacar seorang artis yang cantik dan imut.
“Din..lo udah sarapan belum ?”.
“ng..belum”, jawab Dinda singkat.
“kalo gitu kita sarapan yuk ?”.
“ah..ng..nggak usah, gue udah janji ma Karina..”.
“ha ? janji apa ?”, tanya Karina kebingungan.
“aww..iyaa, dia mau maen ke rumah gue”, jawab Karina cepat setelah pinggangnya dicubit Dinda.
“gue boleh ikut gak ?”.
“ha ? masa lo mau ke rumah gue pagi-pagi ? kalo dia sih gak apa-apa. nah lo cowok, masa main ke rumah gue pagi-pagi ?”, balas Karina agak nyolot.
“oh yaudah deh..”. Edo pun meninggalkan mereka berdua.
“sori, Rin. tadi gue nyubit lo. abisnya lo gak langsung konek sih tadi”.
“iya, tapi sakit tau ! nih gue bales !”.
“aww..sakit !!”.
“makanya jangan asal nyubit orang”.
“iih gemes gue kalo lo cemberut”.
“adu du duh”, pipi Dinda dicubit kecil oleh Karina.
“Rin, gue pulang duluan ya ? gue udah lapeeer hehe”.
“oh yaudah, Din..ati-ati yaa”. Dinda berjalan keluar lapangan atletik dan menuju jalan raya. Dia berdiri di atas trotor seperti sedang menunggu seseorang.
“eh itu Baby Kepompong !”, teriak beberapa gadis remaja.
“kak Baby..minta tanda tangannya dong !!”.
“iya sini sini”, ujar Dinda dengan wajah yang ramah. Sedang memberikan tanda tangan dan foto-foto dengan beberapa fansnya itu, sebuah mobil sedan berhenti. Seorang pria tua turun dari mobil.





“semuanya, aku permisi pulang duluan ya..”.
“iyaa, makasih ya kak Baby”.
“sama-sama..”, jawab Dinda dengan tersenyum. Pria tua itu membukakan pintu untuk Dinda.
“ayo, Pak, jalan”.
“kita ke mana nih, non ?”.
“pulang aja deh, Pak. aku pengen makan di rumah”.
“ok non..”. Dinda tersenyum-senyum sendiri mengingat fans-fansnya tadi.
Dia sama sekali tak menyangka akan terkenal seperti sekarang. Di manapun, pasti ada orang yang mengenalinya. Meskipun dia lebih senang kalau dikenal sebagai Dinda Kirana bukan sebagai Baby Kepompong. Tapi, tak apalah, pikirnya. Sampai juga di rumahnya.
“Mama, aku pulang !!”, teriaknya penuh semangat.
“eh kamu udah pulang..ayo kita sarapan”.
“lho ? emang Papa sama Mama belum sarapan ?”. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Kisah Sanggra di Perkosa Tante Toket Brutal

 Iklans.com - Perkenalkan namaku rian usia 30, saat ini aq tinggal di Jakarta dan bekerja pada salah satu perusahaan telekomunikasi ternama di Indonesia. Aq rewind ke masa pertama kali ku berkenalan dengan keluarga om beni, saat pertama ku menginjakan kaki di kota Jakarta aq tinggal bersama paman ku. BeLiau yg mengajak aq tuk tinggal bersamanya di Jakarta karna setelah bercerai dengan istrinya beLiau tinggal bersama kedua putrinya Sanggra dan Lia.

Saat kedatangan ku tiba aq di jemput oleh paman ku, Om Beni (samaran) dan seperti biasa kami bercakap2 terlebih dahulu sambil menunggu lelah ku pergi. BeLiau bercerita tentang masalah yg terjadi dalam keluarganya dan cukup rumit juga ternyata dan aq bercerita tentang kuLiah ku di salah satu PTN di daerah ku. 



Setelah cukup lama kami berbincang datanglah seorang hmmm boleh di bilang sudah agak setengah baya bernama tante Yuni. Dan Om Beni pun memperkenalkan ku pada Yuni yg merupakan calon istrinya. Tante Yuni berparas cantik, putih dan menarik, namun pandangan ku tak dapat lepas dari belahan blazer yg dia kenakan. Payudara yg besar dan empuk itu membuat celanaku sempit seketika tapi aq berusaha bersikap normal di hadapan mereka. Gak terasa 2 jam sudah berlalu dan waktu sudah menunjukan pukul 09.00 malam. Om mengajak ku untuk kerumahnya lalu om telp supirnya untuk menjemput kami di gate 3. sepanjang perjalanan menuju mobil aq terus memperhatikan belahan blazer tante Yuni. Dia mengenakan bra warna merah menyala, sangat cocok dengan paras kulitnya yg putih. Calana ku semakin menyempit karna tak dapat menahan khayalan ku akan tante Yuni yg aduhai. Begitu sampai di mobil alangkah bahagianya aq ternyata Om Beni duduk di depan dan aq bersama tante Yuni di belakang, kata om biar semakin akrab. Dalam hati ku iya om semakin akrab sekaligus membuat ku panas dingin. Jalanan yang macet semakin menambah nikmat ku mengintip.

Setelah 2 jam perjalanan akhirnya kami tiba di rumah Om Beni di kawasan bekasi, rumah yg besar dan membuat ku takjub akan Om Beni.
“dah akhirnya sampai juga di rumah om yuk turun.” Kata om mempersilahkan kami. Sebelum turun tante Yuni mencubit paha ku dan berkata
“kamu nakal yah selama perjalanan awas loh nanti tante bilangin.” Kata tante Yuni dengan nada manja. Aku balas




“biarin aja abis tante serasi pake bra merah.”
“dasar.” Katanya dengan nada sedikit kesal.
“honey aq pulang duluan yah udah malem banget nich besok jadi kan makan siang.” Kata tante Yuni.
“Rian masuk aja duluan nanti om nyusul, pak pardi tolong bawakan kopernya rian yah.” Kata Om Beni lalu pak pardi supir Om Beni mengangkat koper dari dalam bagasi dan mengajak ku masuk. Om Beni masuk lagi kedalam mobil dan aq tak tau apa yg dilakukannya namun aq masih cemas wah jangan2 tante Yuni ngadu lagi ama om. Ah masa bodo lah gak ada bukti ini aq ngapa2in dia. Akhirnya aq masuk ke dalam rumahnya yg sangat besar.

Pak pardi mengantar ku ke dalam kamar yg sudah disediakan Om Beni untuk ku. Kamar yg gak begitu luas Cuma cukup lah. dan aq pun menyalakan lampu kamar dan berkeliling mengecek, Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Kisah Nova Suka Threesome dan Gangbang

 Tradingan.com - Suasana kantor pada hari Jumat jam setengah empat sore kali ini hampir tidak berbeda dengan biasanya. Dari ruang pribadiku terdengar hiruk pikuk teman-teman sekerja yang bersiap-siap pulang, canda ria yang terdengar lepas, dan tulat tulit ponsel mereka yang sudah mulai ditelepon dari rumah untuk rencana week end. Seperti biasanya juga, aku pulang agak terakhir. Bukan karena rajin, tapi karena aku malas mengemudikan Katana hijauku dalam antrian panjang berkelok-kelok yang memenuhi gedung parkir pada jam-jam segini. Aku tetap duduk di kursi kerjaku, mengerjakan beberapa hal untuk persiapan hari Senin nanti, agar hari Mingguku bisa terasa lebih bebas. Setelah aku rasa cukup, aku membuka-buka beberapa situs favoritku di internet, seperti FriendFinder, nba.com, dan lain-lainnya. Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu.


“Yak, masuk Nov!” kataku singkat. Pintu terbuka, dan masuklah Nova, seorang teman kerja yang waktu itu baru diangkat menjadi asistenku.
“Kok tahu kalau aku?” tanyanya keheranan sambil menutup pintu kembali.
“Yah.. siapa lagi kalau bukan kamu?” jawabku tanpa memberitahunya kalau aku sudah hafal pola ketukannya yang agak lebih keras dibandingkan teman-teman lain.

Wanita itu meletakkan tas kerjanya di sofa putih di seberang ruangan lalu mendatangi meja kerjaku sambil matanya sesekali melirik kesana-kemari untuk mencari benda-benda aneh baru yang memang sering kupajang di situ. Ketika matanya menemukan sebuah album foto di meja samping, ia lalu membelokkan arahnya ke situ dan mencomotnya. Dalam hati aku tertawa geli melihat tingkahnya yang agak kekanak-kanakan meski usianya hanya beberapa tahun lebih muda dariku. Kini ia mengamati foto-foto itu dengan mimik serius, sementara aku mengamati dia.

Nova adalah seorang mantan atlet yang bentuk tubuhnya terpelihara dengan baik meski warna kulitnya agak kecoklatan karena dulu sering diterpa matahari. Wajahnya cukup manis menurutku, sementara pakaian-pakaian yang menempel di badannya selalu mengikuti apa yang kupakai, ia juga selalu mengikuti ke mana aku pergi, dan melakukan apa yang aku lakukan. Pendeknya, di mana ada Sari, di situ ada Nova, entah dalam bisnis atau just for fun, singkatnya, dia seorang sidekick sejati buatku. Ia adalah seorang petualang baru yang memilih menjadi petualang karena kebetulan ia sangat dekat denganku.

Agak merasa berdosa juga aku, jika mengingat saat pertama ia datang ke kantor memenuhi iklan lowongan koran. Waktu itu aku sendiri yang mewawancarainya, dan waktu itu ia tampak masih lugu dengan kacamata berbingkai hitam tebal dan rambut panjang sebahu serta pakaian yang.. well.. konvensional. Namun sekarang? Dari tempat dudukku aku bisa mengamati posturnya yang semampai (sekitar 170-an lah) dan berbahu bidang itu sedang berdiri di sisi ruangan dengan terbungkus setelan pakaian kerja Escada merah menyala yang elegan namun terkesan seksi. Kacamata berbingkai tebal juga sudah digantikan dengan contact lens coklat, sementara rambut ikalnya kini dipotong persis seperti rambutku, pendek seleher dan simpel. Untung saja rambutku lurus, hingga masih tetap ada bedanya.

“Ini foto waktu kapan, Mbak?” tanyanya membuyarkan lamunanku.
“Oh, pas SMA”, jawabku singkat.
“Kenapa emang?”




“Mbak Sari yang mana?” tanyanya balik dengan tetap mengamati album foto itu dengan mimik serius.
“Yang mana, hayoo?” Godaku sambil mematikan Macintosh dan beranjak berdiri dari kursi kerjaku.
“Yang ini ya?” tanyanya sambil menghadapkan album foto itu padaku dan menunjuk sebuah foto.
“Iya, yang itu”, jawabku sambil membenahi tas kerjaku.
“Cantik ‘kan?”
Kata-kata terakhir itu tadi mendapatkan jawaban berupa ekspresi mengejek dari wajahnya.
“Norak, ah!” katanya sambil menutup album itu dan melemparnya kembali ke meja.
“Kaki kepanjangan gitu masa pakai celana kependekan, apa nggak malah berkesan kerempeng?” lanjutnya lagi, yang kubalas dengan sebuah tinju agak keras di lengannya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Setiap Hari Rini Minta di Entot

 Aopok.com - Pertama kali kenalan dengan Ririn waktu saya mengantarkan pacar saya pulang ke tempat kostnya. saya tidak tahu kalau tempat kost itu juga menerima kost untuk hostes-hostes night club. Penghuninya kurang lebih ada 16 orang, cewek semua. Mahasiswinya ada tiga, selebihnya cewek night club semua.

Suatu hari waktu saya ke tempat kost pacar, tidak tahunya di pintu kamar pacar ada note yang isinya dia pulang ke Bandung karena ada urusan keluarga. Ketika saya jalan mau turun tangga, eh Ririn baru keluar dari kamar mandi, dia tersenyum kepadaku. Saya balas senyumnya. Terus dia jalan masuk ke kamarnya. 



Saya pelan-pelan jalan melewati kamarnya. Seperti biasa kamarnya tidak dikunci dan kelihatan Ririn sedang berdiri di depan cermin merapikan rambut, bugil berat. Penisku langsung berontak. Tapi dia sepertinya tidak peduli, dia cuma melirik sekilas, terus melanjutkan nyisir rambutnya. Saya tegang banget, saya cepetin langkahku sambil menahan ngilunya penis saya yang kejepit CD.

“Mas Andi kecewa ya pacarnya tidak ada?”, tiba-tiba suara Ririn menghentikan langkahku. Saya langsung berbalik kembali ke kamarnya. Saya berdiri di depan pintu.
“Ah tidak…, cuma kaget saja kok tiba-tiba pulang ke Bandung”, jawabku pura-pura melihat ke lantai.
“Dari pada tidak ada mainan…, gimana kalau mainin Ririn saja Mas?”, saya kaget banget dengar komentar vulgar seperti itu.
“Maksudnya?”, saya pura-pura lugu. Ririn melirik genit terus matanya dikedipin.
“Ririn masih ada waktu satu setengah jam lagi kok…”.
“Terus?”.




“Kata pacar Mas, Mas suka mainin memeknya”. Sialan juga pacarku, masak rahasia kencan diobral ke perempuan seperti gitu. Saya jadi kesel campur malu.
“Kalo Mas mau, mainin saja punya Ririn…, dari pada tidak ada yang bisa dimainin…”, Ririn berkata sambil berjalan ke arahku. Lalu tangannya meremas penisku yang sudah tegang banget.
“Wow…, keras banget. tidak usah takut, Ririn bebas dari penyakit kok”, saya tidak bisa jawab apa-apa lagi. Pintu lalu dibanting pakai kakinya. Terus tahu-tahu saya sudah bugil di depan Ririn. Penisku dikocokin lembut. Rasanya nikmat banget. Jauh lebih nikmat dari pada kocokan pacarku. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Kisah Ngentot Pembantu Kost Hyper Sex

 Aopok.com - Aku bekerja sebagai pembantu disebuah rumah tangga. Keluarga itu terdiri dari sepasang suami istri yang sudah berumur. Karena anak2nya sudah menikah dan tidak tinggal bersama mereka, pasangan manula itu menerima kos2an. Yang kos disitu hanya seorang, lelaki, umurnya 40 tahunan lah, Doni namanya. Aku memanggilnya dengan sebutan om Doni, dan dia gak berkeberatan.

Om Doni suka bawa cewek abg ke kamarnya. Memang kamarnya terpisah dari bangunan utama dimana pasangan manula itu tinggal. Dia keluar masuk tidak lewat pintu utama tapi lewat pintu samping disebelah garasi. Garasinya cukup besar sehingga muat 2 mobil berjajar, mobil si bapak dan om Doni. 



Cewek yang dibawa sering ganti2, tapi semuanya seksi. Toket dan pantatnya besar. Kalo sudah dikamar, aku suka nguping. Terdengar cekikikan, tapi gak lama kemudian terdengar erangan si cewek, pasti sedang dientot. Napsuku berkobar2 kalo sedang nguping dia ngentot. Tanpa terasa aku sering meremas2 toketku sendiri yang gak kalah gedenya dengan toket abg nya. Saking napsunya, tanganku kemudian merogoh kedalam CD ku mengilik itilku sendiri sehingga tanpa sadar aku terengah2 sendiri didepan kamarnya.

Ketika membersihkan kamarnya, aku membuat posisi kordennya sedemikian rupa sehingga aku bisa ngintip kedalam kamar. Dia tidak mengetahui bahwa aku bisa ngintip kedalam kamarnya, dan dari tempat aku ngintip, aktivitas yang dilakukan di ranjang bisa aku lihat dengan jelas. Suatu malem, aku lihat dia bawa abg lagi ke kamarnya. Setelah mereka masuk kamar, segera aku
ngintip mereka berdua. Dia sedang menelanjangi ceweknya, lalu ditelentangkan di ranjangnya. Toketnya besar, pentilnya juga besar, berdiri tegak. Jembutnya lebat. Gak lama kemudian dia bergabung dengan ceweknya diranjang, bertelanjang bulat. Aku terkejut melihat kontolnya yang besar dan panjang, sudah ngaceng dengan kerasnya. Dibandingkan dengan kontol suamiku di kampung, suamiku punya gak ada apa2nya.

Aku memang sudah menikah, seperti kebiasaan orang kampung, anak cewek masih belasan tahun sudah dinikahkan. Suamiku tetep tinggal didesa mengerjakan sawah milik bapakku. Dengan alasan mencari tambahan, aku bekerja sebagai pembantu di kota. Aku pulang kampung gak menentu, tergantung uang yang aku kumpulkan sudah cukup banyak atau belum. Karena tinggal misah makanya aku belum hamil, aku juga belum mau hamil karena aku merasa masih
abg juga.

Melanjutkan intipanku, dia sudah menancapkan kontol gedenya di nonok ceweknya, si cewek sudah mulai mengerang keenakan karena enjotan kontol om Doni di nonoknya. Aku tidak dapat menahan napsuku, segera aku kembali kekamar. Seluruh pakaian aku buka dan aku mulai meremas toketku dan mengilik itilku sendiri, makin lama napsuku makin memuncak sampai akhirnya dengan erangan panjang aku nyampe juga. Pengen rasanya aku ngerasain kontolnya keluar masuk di nonokku. Selanjutnya setiap dia membawa abg ke kamar, aku selalu ngintip aktivitasnya dan berakhir dengan terkaparnya aku diranjangku setelah nyampe akibat ngilik itil sendiri.




Aku mulai pasang aksi untuk memikat dia. Suatu malem minggu, dia tidak kemana2. Aku mengenakan baju terusan dari bahan kaus yang ngepas di badan. Agak mini sehingga pahaku terlihat dengan jelas. Bagian dadanya agak terbuka, aku tidak mengenakan bra sehingga toketku yang montok bergerak2 kalo aku berjalan. Kalo aku membungkuk, toketku seakan mau loncat keluar dari belahan bajuku di dada. Aku make CD yang mini, karena memang semua CDku yang tidak banyak itu mini modelnya, malah ada yang minim sekali. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Ternyata Anus dan Memek Cewekku Masih Perawan

 Tradingan.com - HAY all…perkenalkan namaku Agg(inisial aja yah) hemmm sebelmnya mahon maaf jikalau ceritaku ini agak2 ngelantur ini murni kisah pribadi yg terjadi setahun yg lalu.

awalnya aku berkenalan dengan pacarku di jeraring sosial sekitar 1 bulan aku sudah bisa tukran PIN bb, singkat cerita ahirnnya aku kopdar sama pacarku itu,alhasil cucok dan ahirnya kitar resmi pacaran oiya cewek aku tinggl di bandung dan aku di jakrta intensitas ketemuan sebulan 2x awalnnya aku klao ketemuan skedar jlan2,makan nonton,dan pergi2 ke daerah lembang.dan inilah kisah peratama kali aku mencium dia,siang itu sekitar jam 11 aku sampai ke bandung,kmdian aku sepakat janjian di salah satu mall di daerh pasteur,setelh makan cewek ku ngajak ke tangkupan perahu dan aku mngiyakan,ahirnya aku dan pacarku menuju ke tmpat parkir dan meluncur ke tangkuban perahu.


1 jam kemudian
ahirnya aku tiba kamu berdua saling menikmati pemandangan kawah yg sangat indah itu,aku berpot2 dan sambil bercnda,hemmmm indah pada waktu itu,sekitar jam setegh 4 susasana di tangkuban perahu sedikit gerimis ahirnya aku memutuskan ambil payung di mobilku dan kita saling berpelukan di bawah payung itu kemudian aku dan pacarku mnuju kebawah tapi pacarku sedikit kesusahan untuk menuruni bebatuan yg licin itu ahirnnya dengan sedikit malu aku menawarkan untuk mnggendongnya,danahrinya di mau ohhhhh my god…….. indah bgt rasannya.hemmmm…samkin lama hujan smakin derasa hingga payung itu ga mampu lagi menampung derasanya hjan itu dan ahirnya aku dan pacarku memutuskan untuk masuk mobil,baju kami saling basah,stelah di dalam mobil aku gant baju yg basah di jok belakang cewekku sedkit malu2 kemudian setelah selesai aaku mnyodorkan handuk untuk mengeringkan rambut dia yg sedikit basah.setelh hangat aku dan pacarku ngobrol ngalor ngidul(kata orang jawa)

lama aku di dalam mobil itu dalam kedaan mesin mati hinnga tibul kaca mobil berembun dan gelap,,,,sangat gelap karna hujan sangat besar.emmm,,,ku beranikan diri untuk untuk memnta
“yank,kamu sayang ma aku?
“iya knpa gtu?
‘aku hanya terdiam dan mecoba mendekatkan bibirku ke keningnya,cwekku terdiam dan memerah mukannya,kmudian aku bertatapan mata cukup lama….dan…….dannnnnn ku deketkan bibirku ke bibir cwekku,sambil ku pejamkan mata dan cewekku cm pasrah dan diem ketika bbir kita saling bertemu emmmmmmcuppp….lembut dan dingin bibir cewekku…..3 menit berlalu aku makin ga terkontrol makain nafsu aku mnciumin bibir cewekku ku jilat bibirnya dan ku masukkan lidah ku ke langit2 mulutnya …..dia membalas itu semua dengan memeainkan lidahnnya di di bibirku…15 menit berlalu nafas kami saling berpacu dan …dan ku daratka lidahku di lahernnya dia mndesah dan terus merintih seakan ga peduli sedang di mana ini…aku terus dan terus sampe ke dadannya tapi sengaja ga ku buka,dan ahirnnya aku kecapean dan berhenti,cewek aku membuka matannya dan menciumiku dgn mesrann dan berucap”aku sangat sanyang sama mamas”begtulah dia mnyebutku.ahirnya saking terbuai kita ga nyadar kalu hujan di luar sdh berhenti dan alagkah kagetnnya ketika orang2 melihat ke arah mobilku,uhhhhhhh maluuuuuuu
AHIRNYA wsktu sdh malam kira2 jam 18:30 aku danpacarku memutuskan untuk turun dan plng.dan 2 jam berikutnnya ahirnnya aku sampe dan kmudian kita pisah dan plng ke jakarta.



2 minggu kemudian

Aku bergkat dri jakarta sekitar jam 7 pagi dan tiba di bandung jam 930 maklum ga terlalau ngebut kmudian kita bertmu lagi di mall tmpat biasa di daerah kopo,ahirnya aku ajak cewek ku ke derah pasteur agak ke ke barat dikit.untuk cek in karana aku dah jnaji klo mau nginep setelah cekin dan naurh barang ahirnnya ku kluarlagi mnju parkiran cewek ku ngajak nyari tmpat nogkrng dan nongkrong lah kita di kawasan dago atas setelh beres kira2 jam 2 siang aku jaka cewekku kembali ke hotel dan.45 menit kmudian kita sampai ke hotel,setelh bersih2 dan cewek ku ganti baju, Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Heboh! Kisah Ngentot Vagina Guru Pelacurku

 Iklans.com - Juni Rosa permepuan berumur 31 tahun mempunyai pekerjaan sebagai seorang guru di sekolah swasta ternama di Surabaya. Rosa telah menikah dengan pria bernama Suhendra yang pekerjaannya adalah teknisi di pengeboran minyak lepas pantai milik perusahaan asing yang hanya bisa pulang 5-6 bulan sekali.

Rosa bertekad memulai profesinya sebagai High Class Call Girl saat ia tahu melihat bukti bahwa suaminya main belakang, selama bekerja di lepas pantai Suhendra suka membawa gadis-gadis nakal. Hal ini ia ketahui dari teman suaminya yang mempunyai dendam terhadapa suaminya, teman suaminya itu menunjukan beberapa foto hasil jepretannya sendiri yang berisikan foto suaminya sedang memluk dan mencium mesra gadis-gadis nakal.



Rosa memulai kariernya di bidang pelacuran kelas tinggi dengan memasang sebuah iklan di koran, begini bunyi iklannya “Massage Maria, cantik dan berpengalaman menerima panggilan hub. 0812160700X “, dengan nama samaran Maria maka dimulailah petualangan terlarang Bu guru kita ini.
SMS mulai mengalir ke handphone Rosa yang berisikan panggilan panggilan tapi ada juga SMS yang berisikan kalimat-kalimat porno, Rosa tidak menanggapi semua SMS itu karena hal itu akan membuang waktu saja begitu juga dengan percakapan dengan calon-calon kliennya semua gagal mencapai kata sepakat. Karena harga yang ditetapkan oleh Rosa sangat tinggi yaitu 1,5 juta sekali datang, tentu saja jarang yang berani memboking Rosa. Sampai suatu saat ada panggilan HP yang masuk saat ia mengajar di kelasnya.

“Permisi anak-anak ibu mau terima telpon dulu jangan ramai ya!”kemudian Rosa berjalan keluar kelas dan menerima panggilan itu.
“Hallo Maria? ” terdengar suara berat seorang lelaki0
“Ya dengan siapa Pak? ”
“Berapa tarif kamu semalam? ”
“1,5 juta bayar di muka, tidak kurang dari itu ”
“Ok done deal, kita ketemu di Kafe Bon Ami, Darmo Selatan jam 18.30 nanti malam sampai disana langsung miss call aku ya bye ..tut tut tut”

Dalam hati Rosa merasa berdebar dan aneh karena ini adalah pertama kalinya ia akan mendapatkan panggilan serius dan anehnya orang tersebut tidak menawar harga yang ia ajukan, Rosa termenung memikirkan telepon yang baru saja ia terima sampai seorang muridnya menegur “Bu, Ibu sakit ya? ” tanya seorang muridnya. “Oh nggak apa-apa kok, ayo masuk lagi” sambil memegang pundak muridnya.



Setelah selesai mengajar Rosa segera pulang dan mempersiapkan diri, ia mandi dan berdandan secantik mungkin tapi tidak menor, dengan mengenakan gaun malam warna hitam yang anggun, Rosa berangkat ke Bon Ami menggunakan taksi. Rasa berdebar semakin menjadi saat ia memasuki kafe dan dengan tangan sedikit gemetar ia memanggil no. HP lelaki yang tadi siang menelponnya segera saja terdengar bunyi handphone di pojok ruangan yang rupanya sengaja di taruh di atas meja oleh pemiliknya.
Mata Rosa memandang ke arah sumber bunyi tersebut dan melihat lelaki berumur 45 tahun keturunan cina dengan pakaian necis dan berkacamata minus yang melambaikan tangan seolah olah sudah mengenal dirinya.

“Hi Maria, silahkan duduk disini ”. Ujar lelaki itu sambil berdiri menjabat tangan Maria yang tak lain adalah nama samaran Rosa.
“Ok kita makan dulu atau langsung pergi nih? ” tanya lelaki itu. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Anus dan Memek Ku Jadi Taruahan

 Iklans.com - Bbrp hari yang lalu,saat PoL menghilang dr peredaran dunia maya,PoL dapet bbrp pengalaman yg cukup utk memuaskan dahaga birahi. Diantara 3 kejadian mupeng tsb,mnrt PoL yg cocok utk diceritakan adalah yang ini. Begini….

Bbrp hari yang lalu,disaat waktu luang aku diminta oleh salah satu tmn bokap utk memberikan sedikit ilmu bahasa inggris dan olah vokal untuk anknya. Bkn les sebenernya krn dlm hal ini aku tidak mau dibayar. Tmn bokap ini memang kenal baik denganku. Akupun sering kermhnya utk sekedar silahturahmi. Rumahnya didaerah pedesaan yg lumayan jauh dr pusat kota. Lumayan jauh memang dr rumahku. Tp tak masalah.




Nah…karena aku terkadang sering berkunjung itulah,aku jadi akrab dengan Pak Min,sebut saja begitu dan anknya yg bernama Nana. PAk Min ini seorang duda,dan tinggal dirumah hanya dgn putrinya itu. Makin lama aku akrab dengan anaknya itu. Masih duduk di bangku SMA kls 2.
Suatu hari,Pak Min datang kermh dan ngobrol denganku,krn saat itu bokap sedang keluar. Dia bercerita ini-itu,hingga akhirnya PAk Min meminta tolong agar aku mau mengajari Bahasa Inggris dan Olah vokal dlm hal menyanyi krn memang anknya itu suka menyanyi. Akupun setuju. Dan Keesokan harinya,akupun berangkat kerumah Pak Min. Sesampai dsna,ternyata PAk Min sedang keluar dan hanya ada anknya seorang. Akupun dipersilahkan masuk. Nana saat itu tengah memakai baju ketat dan memakai hot pants pendek dan ketat. Dia bilang baru sja mandi karena udaranya bikin gerah siang itu. Nana pun cuek krn memang saat aku beberapa kali berkunjung,dia memang slalu memakai pakaian sejenis itu.
Pelajaran Bahasa inggris pun dimulai selama kurang lebih 1 jam. Kamipun terkadang bercanda.
Lalu,saat beristirahat sejenak itu kami kembali ngobrol2.
“Lho,ayahnya emang kemana ? Kok blm plg drtd ya ?”,tanyaku.
“Nggak tau,Mas. Biasanya ya sore baru pulang.”,jawabnya.
“Apa nggak bosen atw bete dirumah sendirian?”tanyaku lagi.
“Ya bosen bgt,Mas. Makanya kebetulan ada Mas disini,kan jadi ada temennya.”,sahutnya.
Disela obrolan itu,posisi duduk Nana sedikit ngangkang. hingga nyeplak jelas banget belahan bukit kecil diantara selangkangannya. Dan posisi duduk itu bertahan cukup lama,tampaknya Nana cuek saja dgn posisi duduknya yg udah PW itu,hingga tak menyadari kalau itu membuat naluri alamiah seorang lelaki bisa bangkit.
Disela ngobrol itu,aku sesekali melihat belahan itu. Belum lagi ditambah baju ketat itu yang memperlihatkan belahan dadanya. Aku jadi bingung.




Karena kami sering bercanda yang memang terkadang sedikit vulgar sebelumnya,maka iseng kusindir2 soal pakaiannya itu.
“Na…pake baju ketat gitu emangnya ga takut ntr ada org yg ngerasa nafsu ?”,tanyaku iseng.
“Ahh…kan yang ada dsni Mas kan. PAling2 ya Mas aja yg nafsu.”,jawabnya enteng.
“Lha..ya klo soal itu ya,wajar lah. orang kamu pake pakaian gitu,udah gitu duduknya kyk gitu. Tuh keliatan nyeplak tuh di bawah.”,candaku.
“Yee…sukanya ngintip.”,ujarnya sambil membetulkan posisi duduknya.
“Lha..aku nggak ngintip koq,cuma ngelihat aja. Orang jelas gitu. JAngan2 ga pake daleman nih.”,candaku. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia